Thursday, 18 October 2018

Satu Lagi dari Cagliari




Cagliari tidak henti-hentinya menghasilkan bakat muda mungkin. Sesudah , David Suazo, serta Radja Nainggolan, sekarang nama Nicolo Barella muncul karena tampilan gemilangnya bersama dengan Rossoblumusim ini.

Tujuh puluh dua tekel bersih serta rataan kesuksesan umpan sampai 80 % jadi bukti begitu potensialnya gelandang berumur 21 tahun ini. Barella juga cetak satu gol dari delapan laga yang telah dimainkannya musim ini. Tidak ayal banyak club raksasa Eropa berebutan tanda-tangan Barella. Sebutlah saja Manchester United, Arsenal, Liverpool, AC Milan, Inter Milan, Juventus, serta Atletico Madrid.

Barella sendiri telah memberikan isyarat tentang gagasan tinggalkan Italia. “Jika saya pilih pada Serie A serta Liga Primer Inggris, saya pasti lebih pilih Inggris, sebab saya senang style bermain mereka”, tutur Barella pada La Gazzetta Dello Sports.

Walaupun begitu, Barella terlihat masih tetap nyaman terlalu lama di tempatnya saat ini. Masalahnya dia menyebutkan jika Cagliari membuat terasa seperti di dalam rumah sendiri.

“Cagliari terima banyak penawaran serta mereka menampik semua, saya juga suka masih tetap bermain untuk club yang saya junjung, saya terasa seperti di dalam rumah di sini”, tutur Barella seperti dikutip Tribal Football.

Presiden Cagliari, Thomas Giulini, tidak punya niat melepas Barella dengan harga terjangkau. “Tentu saja, bila ada penawaran sejumlah 50 juta euro, kami bisa mendiskusikannya”, papar Giulini pada Football Italia.

Banyak pihak yang memperbandingkan Barella dengan beberapa legenda lapangan tengah seperti Steven Gerrard serta Marco Tardelli.

“Barella ialah pemain yang dapat merubah tempo di posisi tengah”, tutur pelatih kawakan Italia, Fabio Capello, pada Radio Anch’io Sports, diambil dari Goal. Selanjutnya Capello ikut menjelaskan jika Barella memberi lebih dari sisi kualitas, jumlah serta dikit memperingatkannya pada Tardelli.

Pujian ikut hadir dari manajer Cagliari, Rolando Maran. “Dia mengagumkan, saya menempatkannya menjadi playmakerdan ia belum pernah salah kaki, ia makin baik saja”, tutur Maran pada Football Italia selesai pertandingan menantang Milan.

Barella lahir serta di besarkan di Cagliari. Dia habiskan waktu mudanya di akademi club sebelum mengawali kiprahnya waktu Cagliari melayani Parma pada minggu ke-34 Serie A 2014/15. Gianluca Festa, pelatih Cagliari waktu itu, memberikannya jatah bermain 22 menit.

Pada musim selanjutnya, Barella dipinjamkan saat semusim ke Como sebelum pada akhirnya di panggil kembali pada Cagliari pada musim 2016/17. Pada musim itu ia jadi andalan Massimo Rastelli untuk isi tempat gelandang tengah Cagliari. Dia tampil sekitar 30 kali serta menghimpun jam terbang sampai 2.021 menit. Dia ikut menolong Cagliari akhiri musim di rangking ke-11 musim itu.

Pada musim selanjutnya, Barella selalu menjaga perform apiknya. Enam gol dari 30 pertandingan serta rataan passing sukses sebesar 80 % pada musim 2017/18 menunjukkan jika Barella bukan gelandang muda asal-asalan.



0 comments:

Post a Comment