Wednesday, 3 October 2018

Kenangan Indah di Wembley Jadi Motivasi Barcelona



Dengan semua inkonsistensi yang tengah menerpa mereka belakangan ini, Barcelona mesti melawat ke Wembley Fase, kandang Tottenham Hotspur, untuk melakukan pertandingan matchday ke-2 Liga Champions, Kamis (4/10/2018) pagi hari WIB.

Sebelum pertandingan ini, Barcelona telah 3x bermain di La Liga tiada sekali juga mencetak kemenangan. Rinciannya, 2x imbang waktu melawan Girona serta Athletic Bilbao lantas sekali kalah saat berlaga melawan Leganes.

Akan tetapi, serangkaian hasil jelek itu tidak membuat mereka cemas. Lewat sang gelandang, Ivan Rakitic, Barcelona meyakini bisa mencapai point penuh di Wembley Fase.

"Tiga laga awal mulanya tidak memberikan dampak pada kami serta yang sangat terpenting kami masih bersamanya. Kami mesti selalu berkembang. Sekarang ini kami tenang sebab kami sudah siap-siap dengan baik untuk pertandingan melawan Spurs," kata Rakitic dikutip situs sah club.

Hal-hal lain yang membuat Rakitic meyakini ialah rekor bagus Barcelona saat bermain di Stadion Wembley. Masa lalu baik itu sebagai motivasi buat beberapa beberapa pemain Barcelona.

"Dalam beberapa waktu paling akhir begitu susah buat kami untuk bermain dalam pertandingan away di Liga Champions. Tetapi, kami masih kuat. Spurs bisa menjadi lawan yang prima buat kami, ditambah lagi Wembley tinggalkan banyak masa lalu indah untuk Barcelona, serta kami ingin nikmati itu lagi," tambah Rakitic.

Masa lalu indah yang disebut oleh Rakitic adalah dua laga yang membuat Barcelona mencapai titel juara. Ya, 2x final Liga Champions di Wembley, dua-duanya sukses dimenangi oleh Barcelona.

Pertama pada musim 1991/92 waktu itu kejuaraan masih tetap bernama European Cup. Melawan Sampdoria, Barcelona sukses menang melalui gol tunggal Ronald Koeman di waktu waktu perpanjangan. Sepakan bebas keras bek asal Belanda tidak berhasil diprediksi dengan baik oleh Gianluca Pagliuca. Kemenangan itu juga jadi titel perdana Barcelona di arena Liga Champions.


Lalu, 19 tahun berselang atau persisnya musim 2010/11, giliran Manchester United yang dihadapi oleh Barcelona di final Liga Champions. Bermodalkan trio David Villa, Lionel Messi, serta Pedro Rodriguez di posisi depan, Barcelona dapat menaklukkan 'Iblis Merah' dengan score 3-1.

Barcelona sukses mengonversi semua kelebihannya baik perebutan bola ataupun usaha mengarah gawang dalam pertandingan itu. Walau gol Pedro pada menit ke-27 sukses disamakan oleh Wayne Rooney tujuh menit sesudahnya, itu tidak membuat Barcelona cemas.

Pada set ke-2, team bimbingan Pep Guardiola itu menggila serta sukses cetak dua gol lewat kaki Lionel Messi serta David Villa. Barca juga sukses merengkuh titel Liga Champions keempatnya.

Nah, ingatan manis dua laga itu sebagai motivasi buat Rakitic serta kolega waktu melawan Spurs. Semangat yang seolah membuat lupa jika Barcelona sebetulnya tidak menang dalam tiga pertandingan terakhir kalinya di La Liga musim ini.


0 comments:

Post a Comment