Wednesday, 1 August 2018

Sembilan dari 20 club di divisi paling tinggi Liga Inggris serta 17 dari 24 team divisi di bawahnya, Championship, diantaranya disponsori perusahaan judi untuk musim 2018-2019 ini.



Beberapa pengamat serta ahli mengenai permasalahan yang berlangsung di seputaran masalah pertaruhan ini menggambarkan kenaikan jumlahnya club yang berpartner dengan perusahaan judi serta kasino on-line -terutama dengan menempatkan logo mereka di kaos timnya- menjadi hal yang mengganggu serta mencemaskan.

Cuma empat dari 48 club di Liga Satu serta Dua yang akan menempatkan iklan judi di baju pemainnya. Sedang di Liga Primer Skotlandia, cuma empat dari 12 club yang mengerjakannya, termasuk juga Celtic serta Rangers.

Tetapi, dengan Sky Bet mensponsori English Football League (EFL), jumlahnya sponsor dari perusahaan judi di Championship naik dibanding musim kemarin. Mengenai nilai dari industri judi di Inggris diprediksikan sampai 14 miliar pound sterling atau seputar Rp 264, 88 triliun.

Pengamat judi di Inggris, Professor Jim Orford, menyampaikan perubahan itu mencemaskan.

“Ini merupakan bukti jika perjudian jadi makin normal, terpenting di kelompok anak muda. Jadi judi itu makin disaksikan menjadi sisi serta paket dari ikuti serta mensupport berolahraga atau team favorite seorang, ” tuturnya. 

Menurut statistik paling baru Komisi Perjudian disana, ada 430. 000 penjudi dewasa memiliki masalah di Inggris, lebih dari dua juta orang berisiko alami permasalahan.

Tetapi, data statistik untuk anak-anak muda tunjukkan sinyal bahaya. Masalahnya 370. 000 anak-anak dari umur 11 sampai 16 tahun bertaruh tiap-tiap minggu serta 25 ribu salah satunya masuk kelompok memiliki masalah.

Marc Etches, ketua eksekutif GambleAware, mensupport kerisauan Orford. “Saya fikir kami ada pada titik gawat dalam soal jalinan pada berolahraga profesional serta perjudian. ”

“Waktunya saat ini untuk berdebat yang begitu diperlukan mengenai bagaimana kita lakukan ini. Melihat sepak bola serta bertaruh jadi normal, tapi kita tidak membicarakannya, ” Etches meneruskan.

Saat di tanya bila sepak bola sangat dekat dengan industri judi, menurut media Independent, pengelola Liga Primer Inggris menampik memberi komentar. Dapat dimengerti jika club mempunyai kewenangan pada siapa mereka bekerja bersama.

Tetapi, sempat saat untuk akhiri pro-kontra sekitar bekas pemain Liga Primer, Joey Barton, yang terkena skorsing 18 bulan karena berjudi pada 2017, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akhiri kerja sama juga dengan rumah bursa taruhan, Ladbrokes.

Seseorang jubir Liga 2 Sepak Bola Inggris (EFL) menyampaikan persetujuan sponsor dengan perusahaan perjudian sudah membuat peran yang berarti pada keberlangsungan keuangan dari sepak bola profesional di semua tingkatan. 

Tetapi, ia menyampaikan Liga sudah sepakat lakukan nota kesepakatan dengan partner Sky Bet untuk pastikan jika jalinan itu bertanggungjawab dengan sosial.

Menjadi contoh disebutkan Liga meluncurkan kampanye “Perjudian Bertanggung Jawab” pada final play-off musim kemarin yang akan berlanjut pada musim ini. Beberapa pemain di ke-3 divisi EFL kenakan lencana baru di lengan yang bertuliskan slogan, “Ketika kesenangan berhenti. Hentikan. ”

Pengurus EFL juga mensupport gagasan Sky Bet untuk berkunjung ke tiap-tiap club anggota liga serta memberikan kursus spesial mengenai kemampuan resiko yang terkait dengan perjudian.

Contact Kami :
BBM : D8B84EE1 / AGENS128
Line id : agens1288
WhatsApp : 0877-8922-1725


0 comments:

Post a Comment