Kuasa hukum Baetz Management, Arifin Harahap, mengakui bahwa pihaknya bakal memberi saat 2x24 jam pada Jefri untuk selekasnya lakukan klarifikasi. Bahkan juga, ia juga masih tetap mengusahakan mediasi pada pihaknya dan Jefri.
“ (Bila tidak ada klarifikasi), kita bakal memperhitungkan langkah hukum sesudah Lebaran, ” ungkap Arifin saat didapati di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).
Walau demikian, menurut Arifin, pihaknya sudah menyiapkan usaha selanjutnya sesudah sistem mediasi tidak bisa ditempuh lagi. Tidak tanggung-tanggung, nilai tuntutan yang bakal diberikan pada Jefri meraih angka Rp 5 miliar, berdasar pada perhitungan kerugian materil dan immateriil.
“Kami bakal keluarkan ini saat mediasi tak lancar. Buat apa dikeluarkan saat mediasi jalan lancar, kan? ” ucapnya.
Arifin mengakui bahwa hingga sekarang ini Jefri dan pihak Baetz masih tetap terikat kontrak dengan sebagian Production House (PH). Dalam sebagian kontrak dijelaskan bahwa keduanya memanglah tidak bisa dipisahkan walau Jefri dan Baetz tidak terikat kontrak dengan cara profesional.
“Ada sebagian klausul yang mengikat mereka, tak dapat Jefri Nichol ini geser ke manajemen lain bila itu belum teratasi, ” tuturnya.
Menurut Arifin, tidak etis bila Jefri menunjuk manajemen baru untuk menaunginya sekarang ini. Ia bahkan juga mengatakan bahwa aksi itu adalah aksi yang tidak mematuhi hukum.
“Jadi ini tidak dapat, bila juga dia pilih manajemen baru, kerjakan dahulu itu, bicara baik-baik, ” katanya.
Baetz Agagon, Head Manager dari Baetz Mangement, menyampaikan bahwa pihaknya mesti memikul berapakah kerugian atas perbuatan pemain film ‘Dear Nathan’ ini. Tidak cuma dengan cara materil, kerugian itu juga ia rasakan dengan cara immateriil.
“Iya saya jadi tidak percaya diri lho, saya lagi kenalin, gini-gini, ‘Lah, bukannya dia telah tidak sama anda? Jefri katakan sendiri sama saya’, ” ungkap Baetz.
Menurut Baetz, dianya sudah coba lakukan komunikasi dengan pihak Jefri dan manajer barunya. Tetapi, pertemuan itu tidak menjumpai jalan tengah antar pihak.
Terutama, sikap Jefri yang dinilai Baetz berkesan seenaknya waktu menunjuk manajer baru. Walau, Jefri mengakui sudah mempunyai niat baik untuk merampungkan kontraknya.
“Otomatis bila dia tidak ingin (selesain kontrak) bagaimana? Sedang pekerjaan saya yang tandatangan gitu, jadi automatis ini membahayakan saya, ” ujarnya.
Sesaat menurut ibunda Jefri, Junita Eka Putri, menyampaikan bahwa kontrak putranya dengan Baetz Management telah selesai mulai sejak 2016 lantas.
Ia mengakui bahwa pihaknya masih tetap bertahan di manajemen itu karena untuk melindungi jalinan baik yang memanglah telah terbangun demikian lama.
“Tapi bila dia mendadak tanggapan tidak baik ini kan permasalahan dari dia. Harusnya dia terima kasih bila kita masih tetap bertahan hingga saat ini, ” ucap Junita waktu dihubungi wartawan lewat sambungan telephone, Selasa (12/6).
Junita juga menyatakan bahwa jalinan profesionalitas pada putranya dan pihak PH (Production House), masih tetap tersambung dengan baik. Ia menolak ada somasi yang dilayangkan pihak PH atas basic ketidakprofesionalan putranya.
“Itu somasi sama manajemen sendiri, perketerkaitan system kerjanya dia dalam meng-handel pekerjaan, jadwal-jadwal Nichol, ini saja, ” katanya.
Ibunda Jefri mengakui bahwa sekarang ini putranya terbilang enjoy hadapi masalah itu. Ia juga menilainya somasi yang dilayangkan pihak Baetz Management pada putranya, sebagai bentuk ungkapan sakit hati karena saat ini Jefri telah pilih berbarengan manajemen baru.
“Intinya Baetz sama Nichol telah clear. Ya dia nangis, lantaran dia ngerasa tidak terima saja kali, ” tambah Junita.




0 comments:
Post a Comment